7 Month baby

Heheheh…..gak terasa yah aurel dah 7 bulan aja. Giginya skrg dah ada 2. Mulai tumbuhnya sekitar sebulan yang lalu. 1 kiri tengah lalu yg kanan tengah juga muuncul. Kalo dari bulan lalu masih kayak undur2 jalannya. Sekarang my lil princess udah bisa merangkak ke depan. Tiap kali bundanya mau kerja memang dia g nangis. Tapi begitu pulang kerja, udah g bisa lepas dari bundanya. Kalo nggak liat bundanya sebentar aja dia langsung nangis n ngejar bundanya. Sekarang berat badannya udah 8,4 kg. Terbilang montok lah buat bayi seumur dia disekitar rumahku. Sekarang sukanya teriak2, kalo uyutnya lagi solat dia tiba2 merangkak ke depan uyutnya dan duduk di sajadah depan uyutnya. Makin bikin ketawa aja kalo liat dia.

Dari mulai umur 6 bulan aku mulai ngajarin dia ma’em pisang. N alhamdulilah sekarang dah doyan. Sekarang juga bervariasi, kadang aku kasih bubur susu, biskuit atau aku buatin jus buah.Hmff, gak habis kata buat nyeritain my lil princess ini deh. Ntar aja yah dilanjut lagi, sekarang aku upload fotonya dulu yah…

Keluar flek saat hamil, berbahayakah?

Keluar flek (bercak darah) dari vagina tentu membuat seorang ibu hamil cemas dan bertanya-tanya, apalagi bila baru pertama kali mengalaminya. Apakah flek tersebut adalah hal yang biasa saja? Ataukah sebuah tanda bahaya?

Apa yang dimaksud dengan keluar flek?

Keluar flek (disebut juga spotting) adalah perdarahan ringan yang bisa terjadi kapan saja pada saat hamil, terutama pada trimester pertama. Sekitar 20% wanita hamil mengalami spotting pada trimester pertama. Hal ini bisa jadi merupakan bagian alami dari kehamilan, namun perlu dipastikan dahulu bahwa tidak terjadi komplikasi.

Perdarahan adalah tanda tersering dari keguguran, sehingga setiap wanita hamil yang mengalami perdarahan dari vagina harus segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Yang dilakukan oleh Sita di atas sudah tepat. Jika Anda mengalami perdarahan banyak atau nyeri hebat dan tidak dapat segera menemui dokter/bidan, langsung datang ke Unit Gawat Darurat (UGD) di rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.
Apa bedanya dengan perdarahan?

Jumlah darah yang keluar membedakan antara flek dengan perdarahan. Keluar flek adalah keluarnya sedikit bercak darah dari vagina berwarna merah atau kecoklatan, yang bisa jadi tidak sampai mengotori celana dalam. Sedangkan perdarahan jumlahnya lebih banyak daripada flek, dan mengotori celana dalam. Perdarahan jelas lebih serius daripada flek.

Keluar flek itu normal atau berbahaya?

Bagaimana membedakan keluar flek yang normal dan yang berbahaya? Jawabannya tergantung dari kapan terjadinya, jumlah darah yang keluar, lamanya, dan gejala lain (misalnya nyeri perut, keluarnya gumpalan darah atau jaringan, pingsan, lemas, demam).
Flek darah yang dianggap normal adalah bila terjadi pada trimester pertama, jumlahnya sedikit dan tidak berlangsung lama (kurang dari 1 hari), serta tidak ada gejala lain.

Apa penyebabnya?

Dengan mengetahui penyebab keluar flek/perdarahan saat hamil, Anda dapat mengetahui gejala apa yang mesti dicari dan kapan meminta bantuan kepada tenaga medis. Penyebab keluar flek/perdarahan berbeda pada setiap trimester.
Perdarahan pada trimester pertama

Tidak selalu berarti ada masalah. Penyebab yang tidak berbahaya misalnya:
Melekatnya sel telur yang sudah dibuahi ke dinding rahim. Hal ini normal pada kehamilan. Jumlah darah yang keluar sangat sedikit.
Perubahan hormon: Keluar flek yang disebabkan oleh perubahan hormon saat hamil. Biasanya terjadi pada minggu-minggu awal kehamilan, tetapi pada sebagian wanita dapat menetap sampai akhir kehamilan.
Penyebab lain yang lebih serius pada trimester pertama yaitu:
Keguguran: Perdarahan vagina merupakan tanda awal keguguran, disertai dengan nyeri perut.
Blighted ovum: Walaupun dari pemeriksaan ultrasonografi (USG) terlihat tanda-tanda kehamilan di dalam rahim, namun embrio gagal berkembang sebagaimana mestinya.
Kehamilan ektopik: Sel telur yang telah dibuahi menempel di luar rahim. Yang tersering adalah menempel di Tuba Falopii, sehingga tidak dapat berkembang karena kekurangan nutrisi. Tandanya antara lain nyeri perut dan perdarahan. Perdarahan akibat kehamilan ektopik sangat berbahaya karena bisa mengancam nyawa ibu.
Kehamilan mola atau kehamilan anggur: Pada keadaan ini, plasenta tidak terbentuk secara normal. Pada pemeriksaan USG dapat terlihat bukan janin yang berkembang, tetapi jaringan abnormal.

Perdarahan trimester kedua dan ketiga

Berbeda dengan trimester pertama, Anda perlu waspada bila terjadi perdarahan dari vagina pada trimester kedua atau ketiga karena biasanya menandakan adanya hal yang abnormal. Penyebab perdarahan pada trimester kedua atau ketiga antara lain:
Luka pada leher rahim, misalnya akibat berhubungan seksual atau pemeriksaan dalam yang terlalu kasar.
Penyakit pada vagina atau leher rahim, termasuk infeksi.
Mioma di rahim.
Penyebab yang lebih serius pada trimester kedua atau ketiga biasanya karena kelainan plasenta, yaitu: plasenta previa. Plasenta terletak di bagian bawah rahim sehingga menutupi mulut leher rahim. Tanda utamanya adalah keluar darah berwarna merah yang tidak disertai rasa nyeri, paling sering terjadi pada trimester ketiga.
Abrupsio plasenta: Sebagian atau seluruh plasenta terlepas dari perlekatannya pada dinding rahim. Darah yang keluar bisa sedikit atau banyak tetapi selalu disertai dengan nyeri perut hebat, paling sering terjadi pada trimester ketiga.
Partus prematur: Terjadinya pelebaran leher rahim pada kehamilan 20-37 minggu, disertai dengan kontraksi rahim.
Keguguran: Walaupun keguguran lebih banyak terjadi pada trimester pertama, masih terdapat risiko keguguran pada trimester berikutnya.

Apabila perdarahan terjadi setelah usia kehamilan 28 minggu, segera datang ke rumah sakit karena hal ini merupakan kedaruratan. Perdarahan yang terjadi jumlahnya bisa banyak atau sedikit, dan disertai atau tanpa nyeri perut. Jangan anggap remeh perdarahan ini karena perdarahan adalah salah satu penyebab terbesar kematian ibu di Indonesia.

Bagaimana mencegahnya?

Bisa tidak ya kita mencegah supaya tidak keluar flek? Tentunya dengan rajin kontrol ke dokter/bidan sejak awal kehamilan sehingga bisa mendeteksi dini adanya kelainan. Hindari rokok dan narkoba karena merupakan faktor risiko terjadinya perdarahan saat hamil, sekaligus juga tidak baik bagi kesehatan Anda secara umum. Nah, apabila Anda mengalami keluar flek saat hamil, tenangkan diri Anda, sekaligus tetap waspada terhadap adanya tanda-tanda bahaya di atas.

Saatnya Pergi ke UGD

Anda perlu langsung pergi ke Unit Gawat Darurat (UGD) di rumah sakit jika mengalami tanda-tanda bahaya di bawah ini (baca juga ini):
Perdarahan yang banyak, atau nyeri perut dan kontraksi yang hebat
Keluar flek atau perdarahan yang sudah berlangsung lebih dari 24 jam, dan Anda tidak dapat menghubungi dokter
Pingsan, atau merasa sangat pusing dan lemas
Perdarahan yang disertai demam di atas 38,5oC

Pada perdarahan trimester pertama, pertama kali dokter akan mencari apakah terjadi kehamilan ektopik, namun pada perdarah-an trimester berikutnya dokter akan terlebih dulu meyakinkan apa-kah keadaan Anda stabil atau tidak akibat kehilangan darah. Selain pemeriksaan fisik, dilakukan juga pemeriksaan laboratorium dan USG, tergantung dari kondisi Anda saat itu.

Referensi:
Leveno KJ, Cunningham FG, Gant NF, et al. Williams manual of obstetrics. 21th ed. Singapore: Mcgraw-Hill (Asia), 2003.
Mayo Clinic. Vaginal bleeding during pregnancy. www.mayoclinic.com
E -medicine. Bleeding during pregnancy. www.emedicinehealth.com

By Dr. Ratih Palupi, http://www.anakku.net

Masuk minggu ke-39

Heheh…g terasa aja udah masuk minggu ke-39….dah gede bgt nih perut. Kontrol ke dokter udah rutin seminggu sekali mulai minggu ke-36 kemarin. Cuma ampe sekarang si dede belum masuk2 ke jalan lahirnya. Apa karena dede nya kegedean yah? Maklum, perkiraan dokter sekarang berat dede nya aja udah 3,3 kg. Mantap kan? Abis mamanya doyan banget makan yang manis2 sih. :) Dokter bilang kalo bisa mulai sekarang aku diet makan yang manis2…tp ternyata susah juga ya.

Senam hamil baru ikutan 2 kali pertemuan, kata instrukturnya aku harus banyak jongkok sama sujud, biar cepet. Asal pulang kerja yah disempetin lah sebentar buat jongkok tapi nyatanya belum turun2 juga. Yah, Insya Allah ya nak kita sama2 berjuang biar bisa lahir normal. Tapi kalo kata mamaku sih sama mama mertua memang riwayat keturunan melahirkannya semua 9 bulan lebih, g ada yang kurang. Yah setidaknya bisa sedikit berlega hati. Wakakak…

Temen-temen dikantor juga dah pada nanya, kapan aku cuti? Yah, wong belum ada tanda2nya…so ntar2 dl deh ya… :D biar bisa puas ngerawat dede nya. Papa nya juga udah nanyain aj…kapan aku mau cuti? Ntar aj deh, lagian dirumah juga sendiri, mama mertua belum dateng so kerja aja dulu :P

Sekarang pun kalo masuk kantor aku paling pagi, biasanya telat mulu :P soalnya kan papanya yang nganterin, biar dia gak telat juga terpaksa aku datengnya lebih pagi. Makanya sekarang sering kena sindrom ngantuk di kantor.

Makanya aku minta doa nya yah…biar bisa melahirkan dengan normal, lancar, dede nya sehat. Amin…

My 6,5 Months Pregnancy

Hai all, kyaknya aku tertarik juga nih sharing pengalamanku waktu hami. Sekarang usia kehamilanku sudah menginjak minggu yang ke 26, berarti 6,5 bulan yah…Heheheh…senangnya dan aku dah g sabar menanti kelahiran si dede. Sekarang ini udah lewat masa-masanya muntah n mual2 meskipun kadang masih suka terasa pusing. Sekarang berat badanku dah nambah 7 kg dr sebelum hamil. Perutku dah mulai bulat n si dede dah mulai sering gerak2. Itu bikin aku seneng banget, rasanya geli bgt kl si dede dah nendang2 perutku ini.

Mas Qq juga gak kalah senangnya kalo si dede lagi bergerak-gerak, dia suka ngelus-ngelus perutku sambil ngajak si dede becanda ato ngobrol. Tapi sekarang aku dah mulai susah tidur, tiap malem aku pasti bangun entah 2-3 kali untuk pipis, minum dan yang paling sering sih karena kram. Entah kenapa kadang2 kram ini muncul tiba2 terus ilang begitu aj. Yang lebih parah mah sakit punggung ini yang gak ilang-ilang, makanya kalo tengah malem aku suka bangunin Mas Qq sekedar tuk minta dipijat. Hehehehe…makasih y mas. Seneng rasanya punya suami siaga. Weks…Hahahaha

Udah 2 bulan kontrol ini hasil usg bilang kalo ini baby perempuan, meskipun banyak banget temen kantor ku yg nebak2 kalo baby ku ini laki-laki. Yah apapun, asalkan sehat jasmani dan rohani. Itu yang terpenting. Yang penting kan ini sama-sama amanah dari Allah Swt. Dah dulu yah, ada bos ku ntr disambung lagi. cauw……

Membuat Makro untuk WordCount | Ms.Word 2000/XP/2003

Membuat Makro untuk WordCount | Ms.Word 2000/XP/2003

Sumber: Tips & Trik CHIP-DVD 1/2006

Fasilitas Wordcount biasanya digunakan untuk mengetahui jumlah kata, karakter, kalimat, paragraf, dan halaman yang terdapat dalam satu dokumen. Fasilitas ini dapat Anda aktifkan dari menu “Tools”. Namun, fasilitas ini biasanya digunakan pada dokumen yang telah jadi atau pada dokumen yang sedang Anda edit. Jadi, Anda harus mengetikkan kata atau kalimatnya terlebih dahulu, baru Anda dapat mengetahui berapa jumlah kata atau kalimat tadi melalui Wordcount.

Apabila Anda diberi tugas membuat dokumen dengan jumlah kata yang telah ditentukan, tampaknya dengan cara ini Anda akan sedikit kerepotan. Apabila kata-kata yang Anda ketik ternyata lebih dari yang disyaratkan, tentunya Anda harus memotong beberapa kata. Sebaliknya, jika kata-kata yang Anda ketik jumlahnya kurang dari yang disyaratkan,Anda harus menambahnya dengan beberapa kata lagi. Sedikit merepotkan bukan? Akan lebih baik jika Anda dapat mengetahui jumlah kata yang diketik saat itu juga (realtime) sehingga Anda tidak usah membuang-buang waktu untuk mengeditnya kembali.

Jawaban dari masalah tadi dapat Anda temukan dalam trik Word kali ini. Namun, Anda harus menggunakan fasilitas macro yang terdapat dalam Microsoft Word. Untuk melakukannya, buka Microsoft Word dari menu “Start” lalu buat dokumen baru. Selanjutnya, buka “Visual Basic Editor” dari menu “Tools | Macro”. Dari program Visual Basic Editor inilah Anda dapat membuat makro untuk masalah tadi. Caranya, klik “Insert | Module” dan salin list makro seperti yang tertera di dalam boks.

 Sub WordCount()
 Set myBar = CommandBars("Formatting")
 Set myControls = myBar.Controls
 NumButtons = myControls.Count
 ButtonLoc = 0
 For J = 1 To NumButtons
 If myControls(J).Type = msoControlButton Then
 ButtonName$ = myControls(J).OnAction
 If ButtonName$ = "WordCounter" Then ButtonLoc = J
 End If
 Next J
 If ButtonLoc = 0 Then
 ButtonLoc = NumButtons + 1
 Set newControl = myControls.Add(Type:=msoControlButton)
 newControl.OnAction = "WordCounter"
 newControl.Style = msoButtonCaption
 End If
 Set myRange = ActiveDocument.Content
 WdCount = myRange.ReadabilityStatistics(1).Value
 With myControls(ButtonLoc)
 .Caption = WdCount
 End With
 Application.OnTime When:=Now + TimeSerial(0, 0, 5), Name:="WordCounter"
 End Sub

Setelah list tersalin dengan rapi, jalankan perintah “Debug | CompileProject”. Jika sudah, tutup program registry editor untuk kembali ke lembar kerja. Kini, Anda dapat memasukkan satu tombol khusus ke dalam menubar untuk mempermudah penggunaan makro yang Anda buat ini. Buka saja “Tools | Macro | Macros”. Di dalam jendela “Macros” yang terbuka, klik pilihan “WordCount” dan tekan tombol “Organizer”. Di dalam jendela “Organizer”, aktifkan tab “Macro Project Item” dan copy “Module1″ yang berada di bagian kiri ke bagian “In Normal.dot” yang berada di kanannya. Setelah selesai, tutup dengan mengklik “OK”.

Langkah selanjutnya, Anda harus membuka “Customize” dari menu “Tools”. Di dalam jendela “Customize”, aktifkan tab “Commands” dan pilih “Macros” yang berada di bagian “Categories”. Di bagian kanannya, yaitu di bagian “Command”, drag “Normal.Module1.WordCount” ke bagian menubar yang masih kosong. Klik kanan tombol baru tersebut dan ubah namanya menjadi “WordCount” saja. Anda juga bisa menambahkan icon di sampingnya melalui “Change Button Image”.

Terakhir, tutup dengan mengklik “OK” untuk kembali ke lembar kerja. Sekarang, Anda dapat mencobanya dengan membuat satu dokumen baru. Mulailah mengetik di dalamnya dan lihat di bagian akhir “Formatting Toolbar”. Informasi mengenai jumlah kata yang Anda ketik dapat Anda ketahui dari sini. Informasi ini akan terus meng-update dirinya sampai Anda berhenti mengetik.

Desmal.Andi@CHIP.co.id

My First Blog

Hi All, this my first new blog. I don’t know what should i have to wrote in here, maybe just an introduction about me.

My name is Iedha. I am 24 years old now, i have married with one of the nicest guy i’ve ever met in the world. And now, i have pregnant and the age is about 5,5 month. I felt so happy, blessed and very thankful about what happend in my life.

I really can’t wait my time for being a mother, have a complete happiness. During my pregnancy, there’s a lot of cool things happend with me. Like the alteration of my body, my behave and others.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.